Archive for July, 2007

BAGAIMANA MENGHADAPI KEGAGALAN

Monday, July 9th, 2007

Setiap orang di dalam dunia ini pasti pernah
mengalami kegagalan dalam hidupnya. Entah kegagalan di dalam perdagangan,
kegagalan dalam pernikahan, kegagalan dalam sekolah, kegagalan dalam pekerjaan
dan lain sebagainya.
 Pasti setiap saudara mengerti akan hal ini, tetapi sekarang yang perlu kita
perhatikan adalah, apakah ada kegagalan yang pernah kita alami yang sekarang
menghambat kemajuan dalam hidup kita. Atau adakah kegagalan dalam hidup kita
yang begitu mengecewakan sehingga membuat kita putus asa, atau membuat
pandangan kita terhadap masa depan kita begitu suram. Sehingga kita melihat
hidup ini selalu dari pandangan yang negatif.

 

Saya banyak bertemu dengan orang-orang yang
begitu bersikap negatif dalam pembicaraannya, yang tanpa orang itu sendiri
sadari. Penyebab dari sikap yang negatif itu adalah karena dia pernah gagal
dalam hidupnya.
 Pada hari ini marilah kita bersama-sama belajar bagaimanakah seharusnya
kita melihat kegagalan itu, agar supaya jangan sampai kegagalan itu menghambat
kemajuan hidup kita.
 Pertama-tama kita harus menyadari bahwa yang pernah mengalami kegagalan itu
bukan hanya kita saja, melainkan semua orang pasti pernah mengalami kegagalan.
Hanya setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam melihat kegagalan
itu.
 

 

Ada orang yang berpikir bahwa kegagalan
adalah lumrah, maka dia tidak terlalu peduli dengan kegagalannya sehingga dapat
melupakannya dengan segera. Tetapi ada orang yang justru sebaliknya, dia
memikirkan panjang-panjang apa yang dia akan lakukan karena dia tidak mau
gagal. Tetapi ternyata kejadiannya dia gagal. Maka kegagalan itu akan
menghantam dia luar biasa, sehingga kekecewaaan yang terjadi itu mempengaruhi
kehidupannya begitu dalam.
 Hal kedua yang harus kita ketahui yaitu bahwa semua orang yang sekarang
berada dalam kesuksesan, pernah mengalami kegagalan-kegagalan dalam hidupnya.
Douglas Mc.Arthur berkata: "There is no security in this earth, there is
only opportunity." Jadi, "tidak ada jaminan di dalam dunia ini, yang
ada hanya kesempatan." Tidak ada jaminan bahwa kita pasti sukses dalam
usaha kita yang pertama. Tidak ada jaminan bahwa kita pasti tidak ditolak.

 

Tidak ada jaminan bahwa kita pasti tidak akan
disalah-mengerti. Tidak ada jaminan bahwa kita pasti tidak dituduh.
 Tetapi kesempatan untuk sukses itu ada,
kesempatan untuk diterima itu ada, kesempatan untuk dimengerti itu ada. Dan
kita harus menggunakan kesempatan itu. Jadi semua orang yang sekarang sukses,
pernah mengalami kegagalan-kegagalan dalam hidupnya, mungkin pernah ditolak,
disalah-mengerti, dituduh dalam hidupnya, tetapi mereka maju terus.
 Ignace Paderewzki seorang pianist dari
Polandia, ketika dia belajar bermain piano, gurunya berkata bahwa tidak mungkin
dia bisa bermain piano dengan baik bahkan tidak mungkin dia dapat menguasai
piano karena tangannya terlalu kecil. Tetapi Paderewzki tidak putus asa. Dia
maju terus dengan determinasi yang besar dan berhasil menjadi seorang pianis
yang besar dan terkenal di seluruh dunia.
 The great Italian tenor, Eurico Caruso, ketika dia
mengambil pelajaran menyanyi, gurunya mencemoohkan dia, katanya suaranya
berbunyi seperti angin yang bersiul melalui jendela.

 

Tetapi dia maju terus dan berhasil dengan
gemilang.
 The great stateman of Victorian England, Benjamin Disraeli, sebelum dia
dikenal, ketika pertama kali dia membuka suara di parlemen, anggota-anggota
parlemen yang lain berkata agar dia tutup mulut, karena mereka tidak menghargai
kata-kata yang dia ucapkan. Dia berkata: "Walaupun sekarang saya duduk,
akan ada waktunya kamu sekalian akan mendengarkan saya." Dia ditertawakan.
Ini kelihatan seperti kegagalan. Tetapi kita melihat apa yang dia katakan
terjadi, dia berhasil dan benar-benar perkataannya sekarang didengar orang.
 Hal ketiga yang perlu kita ketahui adalah
seorang yang ingin sukses harus berani mengambil resiko. Resiko itu bisa berupa
kegagalan.

 

Orang yang takut ambil resiko, tidak pernah
berbuat apa-apa dan tidak menghasilkan apa-apa.
 Hanya orang yang pernah mengalami kegagalan
yang akan dapat benar-benar menikmati kesuksesan.
 Sama seperti orang yang pernah sakit, baru
dapat menghargai kesehatan. Selama tubuhnya selalu sehat dan tidak pernah
mengalami sakit, orang itu akan menganggap enteng kesehatannya dan dia berbuat
seenaknya terhadap tubuhnya sehingga satu kali dia bisa terkejut kalau
tiba-tiba dia terkena penyakit yang dasyat.
 Tetapi kalau orang itu pernah mengalami
sakit, maka dia akan belajar berhati-hati dalam menjaga tubuhnya supaya jangan
terkena penyakit yang lebih parah. Jadi, sakit itu ada gunanya.
 Demikian juga kegagalan itu ada gunanya di
dalam hidup kita, yaitu agar kita dapat menikmati kesuksesan yang kita alami
dan untuk membuat kita tetap rendah hati di dalam kesuksesan kita.
 

 

Di dalam Alkitab dikatakan bahwa : Kita tahu
sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil
sesuai dengan rencana Allah" Dari Roma 8:28. Dikatakan, Allah turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Perkataan "di
dalam segala sesuatu" berarti dalam hal yang baik dan juga tidak baik,
dalam kesuksesan ataupun dalam kegagalan. Perkataan "Allah turut
bekerja" berarti Dia mengijinkan semua yang terjadi demi untuk kebaikan kita.
Sebab itu jangan membiarkan kegagalan itu menjadi penghambat akan kemajuan
kita, melainkan jadikanlah kegagalan itu sebagai pendorong untuk kita berusaha
lebih keras lagi. Saya seringkali menggambarkan ayat ini dengan melihat sebuah
kapal yang besar.

 

Kapal itu dibuat untuk berlayar menyeberangi
lautan dari satu tempat ke tempat lain dalam jarak yang jauh, cara kapal itu
menyeberangi lautan yaitu dengan jalan mengapung di atas air.
 Bagaimana kapal itu dapat mengapung dan
berjalan sampai pada tujuannya ? Sedangkan kalau kita lihat segala alat-alat
dan segala barang yang lain yang ada dalam kapal itu tidak semuanya dapat
mengapung. Coba kita lepaskan mesinnya dan kita taruh di atas air, pasti
tenggelam. Atau kita ambil kompasnya dan taruh di atas air, pasti tenggelam.
Tetapi mengapa setiap orang atau alat-alat yang dari besi itu tidak tenggelam
dan bahkan bisa membantu kapal itu mengarungi laut yang luas itu dan sampai
pada tujuannya ?
 Karena semua bagian itu ditaruh pada tempatnya, sehingga barang-barang yang
kalau berdiri sendiri di atas air itu dapat tenggelam, tetapi karena berada
pada tempatnya, membuat berguna dan membawa keberhasilan pada kapal itu untuk
mencapai tujuan.

 

Demikian juga sama halnya dalam hidup
manusia. Tuhan mengijinkan kita mengalami keberhasilan dan kegagalan. Semuanya
itu untuk kebaikan kita. Asal kita dapat menempatkan semuanya dalam tempatnya
masing-masing. Keberhasilan itu baik, karena memang kita manusia telah
diciptakan Tuhan dengan suatu potensi untuk dapat mencapai keberhasilan. Tidak
ada manusia yang diciptakan Tuhan untuk gagal. Semua diciptakan untuk berhasil.
 Tetapi Tuhan ijinkan kita untuk melewati
kegagalan-kegagalan demi untuk kebaikan kita. Agar ada keseimbangan di dalam
hidup kita. Orang yang selalu sukses dan tidak pernah merasakan kegagalan, akan
tidak dapat menikmati kesuksesannya dengan benar karena tidak pernah merasakan
kegagalan, dan orang-orang ini akan memandang rendah pada orang yang berada
dalam kegagalan. Tetapi kegagalan Tuhan ijinkan terjadi pada diri kita agar
kitapun dapat mengerti perasaan orang yang sedang mengalami kegagalan dan tidak
menghina mereka.
 Bagimana cara kita menghadapi kegagalan ? Yaitu dengan sikap yang benar.

Sikap kitalah yang menjadi faktor yang
menentukan apakah kegagalan itu akan mendorong kita untuk berusaha lebih lagi
atau akan menghancurkan kita. Janganlah menjadikan kegagalan sebagai batu
sandungan yang akan menjatuhkan dan menghancurkan kita. Melainkan jadikanlah
kegagalan itu sebagai batu loncatan yang mendorong kita untuk berusaha lebih
keras dan menjadi rendah hati. Karena kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam
segalanya dalam keberhasilan ataupun kegagalan untuk mendatangkan kebaikan bagi
kita yang mengasihi Dia